Privasi dalam jangka pendek ini akan dirusak oleh teknologi, dapat dikatakan demikian karena semakin banyaknya situs-situs jejaring sosial yang membebaskan masyarakat untuk berekspresi dan membuka diri. Tak ada lagi yang namanya privasi karena semua sudah diumbar dan dapat dikonsumsi oleh orang banyak. Disadari atau tidak, membuka diri yang terlalu lebay malah akan membuka kelemahan kita kepada orang lain. Serapat-rapatnya kita mengunci informasi tentang diri kita atau privasi kita, tetap dapat dilihat orang karena adanya hacker.
2. Banyak orang saat ini mengatakan bahwa untuk menikmati manfaat dari masyarakat modern kita harus memberikan beberapa derajat privasi pribadi, apakah anda setuju? Mengapa ya dan mengapa tidak !!!
Saya setuju dengan pernyataan tersebut, namun benar-benar hanya beberapa derajat yang dibuka dan dapat dikonsumsi oleh orang lain. Maksudnya boleh membuka diri atau memberikan sedikit privasi kita jika itu memang perlu untuk diketahui orang lain. Misalnya saja kita membuka diri kita tentang prestasi kita. Orang akan tau seberapa berharganya kita. Sedikit share foto-foto narsis kita boleh, tapi jangan yang terlalu arogan bisa-bisa menyebar di internet...malu kan jadinya...
kebebasan dan keamanan terlalu sering dipandang sebagai sesuatu yang saling berdiri sendiri, tetapi kita harus mempunyai keduanya, baik di dunia maya maupun di dunia nyata. Kita diperingatkan setiap hari akan janji sekaligus bahaya era informasi. Kita harus memiliki keamanan yang cukup untuk mewujudkan kebebasan, tetapi jangan terlalu banyak, hingga akan membahayakan kebebasan. Dalam menyeimbangkan antara kebebasan dan keamanan, tolok ukurnya adalah aturan hukum. Kepatuhan kita pada aturan hukum tidak hilang begitu saja di dunia maya.
3. Haruskah pemerintah terlibat dalam perang privasi dan jika demikian bagaimana? Atau akan lebih baik untuk meninggalkan isu – isu kebebasan individu untuk warga Negara individu?
Keterhubungan yang muncul di era digital telah menciptakan dorongan baru mencari solusi bagi berbagai isu-isu kebebasan individu. Untuk itu, pemerintah saat ini harus mengambil keputusan-keputusan sulit yang akan menentukan masa depan Internet.
Kita mengenal pilihan-pilihan tersebut, tetapi kita tidak mengetahui cara untuk menolak pilihan-pilihan itu. Bagaimana kita bisa memilih untuk melindungi antara kebebasan dan keamanan? Antara transparansi dan kerahasiaan? Antara kebebasan berekspresi dan toleransi serta kerukunan?
Menurut saya, pemerintah harus terlibat dalam perang privasi untuk melindungi privasi warga negaranya. hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi adanya pembajakan melalui internet. Misalnya saja perusahaan yang dibajak produk ataupun inovasinya oleh pesaingnya. Pemerintah wajib melindungi dan ikut campur dalam hal ini.



0 komentar:
Posting Komentar